Ass. Wr Wb,
Dear Netters,
Berikut saya tampilkan lagi pembahasan kuliah online yang sempat terputus beberapa waktu. Bahan ajaran ini bersumber dari www.kuliah-online.com, ditulis oleh Ust. Yusuf Mansyur. Saya berharap para rekan rekan netters dapat mengambil banyak pelajaran dari berbagai bahan kuliah kali ini. Mohon maaf jika ada salah kata atau salah pemahaman, namun saya hanya ingin sharing bersama sama netters untuk selalu belajar belajar dan belajar lagi.
Wass
Rony
Judul materi :
Mukaddimah Rahasia Angka 11
Bismillaahirrohmaanirrohiim…
Tahun 1998 saya memulai penulisan buku Wisatahati. Tahun 1999 buku Wisatahati lahir. Buku pertama saya yang atas izin Allah terbit di tahun 2000. Buku ini boleh dibilang termasuk awal yang membuat saya dikenal di Indonesia. Dari buku ini kemudian diperjalankan Allah ke majelis-majelis ta’lim, hingga ke koran, majalah, radio, dan tv. Buku pertama saya beri judul: Wisatahati Mencari Tuhan Yang Hilang. Judul asli awalnya: Perjalanan Luqman Hakim Menepis Azab Menuai Rahmat.
Buku-buku berikutnya bermunculan. Tahun 2001 muncul buku Kun Fayakuun the movie. Yang pada tahun 2007 difilmkan layar lebar, dan pada tahun 2010 digarap sinetron ftv nya: Kun Fayakuun the series.
Alhamdulillah, dari mulai tahun 1998 saya sudah meneruskan lagi dunia ngajar dan ceramah. Dunia ini dulu pernah saya geluti ketika di usia belia saya menjadi da’i cilik. Hingga remaja. Tapi ketika saya kuliah, terhenti. Hingga berhenti juga kuliahnya, he he he. 1998 saya mulai lagi ceramah. Masuk desa keluar desa. Tahun 1999 saya menikah. Tanggal 3 Ramadhan.
Dalam pada itu, persoalan hidup, terus menghimpit. Saya menyabarkan diri, namun kelihatannya orang-orang di sekeliling semakin mendesak. Yah, begini dah yang dirasa insya Allah oleh semua yang bermasalah. Sepertinya berpacu dengan waktu. Kelak kemudian saya belajar, bahwa yang membiarkan dan menyetop sepenuhnya adalah Allah. Termasuk yang mengembangkan persoalan menjadi sebesar apa, dan atau memperkecilnya, adalah Allah banget-banget. Salah konsentrasi, salah fokus, menjadikan saya seperti kebingungan sendiri. jalan dakwah ditempuh, jalan syiar ditempuh, bahkan nulis buku, berbelas-belas jilid hingga mencapai 23 buku bahkan pada tahun 2003, anehnya, masalah semakin membesar.
Pelan demi pelan di kanal kuliah ini insya Allah akan saya coba jelaskan fenomena yang terjadi. Hingga kemudian saya berkenalan dengan The Secret of Number 11. Yang saya kemudian terjemahkan sebagai “Rahasia Angka 11”.
Saya, seperti sebagian pencari Allah yang lain, kadang kehabisan akal. Rasanya semua sudah dilakukan. Tapi koq persoalan semakin menghimpit. Persoalan semakin melebar. Persoalan semakin pelik. Semakin saja rasanya susah diselesaikan. Para pencari Allah rupanya diganggu syetan, yang ndilalahnya ujian para pencari Allah tuh ya kadang begitu. Allah seakan-akan ga ada. Padahal Allah sudah hadir. Hadir sejak awal, sejak dini. Kalau saja Allah tidak hadir, niscaya Allah tidak akan membiarkan saya dan sebagian para pendosa masih hidup. Allah matikan saja, dan Allah tidak berikan kesempatan bertaubat lagi. Namun itulah. Nikmat kesempatan, nikmat pertaubatan, nikmat dekat dengan Allah, tidak dianggap sebagai nikmat, manakala apa yang menjadi doa tidak (baca: belom) dikabulkan Allah. Termasuknya saya. Dan rasanya, pemahaman yang baik perlu perjalanan sejarah juga, trmasuk di antaranya menjawab kenapa persoalan hidup terasa semakin besar saja.
Rahasia Angka 11 ini terkait dengan shalat malam. lagi-lagi pembahasan yang hampir mirip (bahkan mirip) dengan Kanal Kuliha Dasar: Kuliah Tahajjud. Sebagiannya lagi sama dengan Kuliah Shalat dan Kuliah Segitiga Wisatahati. Sebagiannya lagi mirip-mirip dengan Kuliah Tauhid dan Sedekah. Yah, seperti saya sering bilang di beragam kuliah, bahwa dibombardir materi yang relatif mirip dengan keberagaman kasus dan pengetahuan saja, orang ketika dihadapkan pada kenyataan asli, suka ga lulus. Apalagi materinya sedikit. Ya, dengan bekal yang banyak saja orang bisa “lewat”, ga lulus.
Ada kelas tauhid. Belajar tentang semua kehendak adalah kehendak Allah, dan belajar bahwa semua adalah milik Allah. Lalu belajar pula materi sabar, ikhlas, syukur. Lah, belajar kan ada ujiannya. Rupanya yang berkenan menguji adalah Allah. Allah ujilah dengan serangkaian peristiwa memilukan, menyakitkan, dan mengecewakan. Sebut saja misalnya ketemu dengan seseorang, lalu diperkenalkan kepada seseorang. Semua sama-sama ga tahu bahwa yang sedang bersama-sama mereka ini adalah penjahat atau penipu kelas 1 yang sudah banyak mangsanya. Allah tentu saja tidak tahu. Allah tahu sekali. Tapi Allah biarkan. Untuk menjadi ujian bagi siapa hamba-Nya yang percaya pada-Nya, yakin pada pertolongan, ikhlas akan kehendak-Nya, dan ridha akan keputusan-Nya. Namun apa yang terjadi? Segala teori di kelas dan di kertas, bisa bubar begitu saja. Dendam, sakit hati, perang besar, hawa nafsu negatif, demikian menguasai. Kalau sudah begitu, lezatnya iman, ga ada. Lezatnya yakin akan Allah, ga ada. Lezatnya ikhlas dan pasrah, ga ada. Yang ada, ratapan dan ratapan saja.
Makanya saya sebenernya meratakan keseluruhan pembahasan di banyak kanal. Ruh nya sama saja: Tauhid, Iman, ‘Aqidah, Akhlak, Ibadah, Doa, Keyakinan, Kesabaran, Kebersyukuran, Ketaatan, Motivasi dan Spirit. Semuanya berkisar itu. Dengan tema-tema yang menukik kepada urusan shalat (wajib dan sunnah), sedekah, perkara-perkara sunnah lainnya, dan ibadah-ibadah lain seputar doa-doa dan zikir-zikir.
Kembali pada saya. Tahun 2003 saya berkenalan dengan Rahasia Angka 11. Dan dari sana kemudian – yang saya rasakan – keikhlasan mulai terbangun. Sungguh saya tidak ikhlas dengan keadaan saya saat itu. Bawaannya menyesal terus. Meratap terus. Merasa susah terus. Saya tidak ikhlas dengan apa yang terjadi. Bersungut-sungut adalah salah satu keahlian saya saat itu. Dan itu rupanya menyumbat apapun yang mau masuk dari Karunia Allah. Peristiwa demi peristiwa yang terjadi kemudian membawa saya kepada pemahaman bahwa semua ini adalah betul-betul Kehendak Allah. Akhirnya saya harus percaya, ada Kekuatan lain yang sedang menghendaki semua ini terjadi. Dan saya tidak bisa menolaknya. Yang harus saya lakukan adalah menerima, menerima, menerima. Sabar, sabar, sabar. Ikhlas, ikhlas, ikhlas. Saya yang merasa sudah menjalani banyak hal, mendadak menjadi paham. Bahwa bisa jadi saya belom menjalani apa-apa! Saya belom melakukan apa-apa! Duh, gawat. Semua menjadi tidak bermakna mungkin di mata Allah. Apalagi kebanyak pencari pertolongan Allah seperti saya kadang punya sifat “merasa”. Merasa sudah nulis buku, merasa sudah berdakwah, merasa sudah beribadah ini dan itu. Ga tahunya Allah ga butuh itu semua, jika dilakukan tanpa keikhlasan dan keridhaan. Subhaanallaah.
Maka nya saya senang sekali menulis seluruh kanal di KuliahOnline ini. Termasuk kanal Rahasia Angka 11. Mudah-mudahan bisa mengantarkan kita semua kepada keridhaan Allah, dan ampunan-Nya. Amin.
Mari kita baca bismillaahirrohmaanirrohiim. Ya Rabb, terimalah semua amal kami sebagai amal saleh yang bisa mengalir pahalanya dan kebaikannya untuk orang-orang tua kami, anak-anak keturunan kami, saudara-saudara kami, kerabat-kerabat kami, guru-guru kami, dan semua yang terlibat di urusan mulia ini hingga saat berbangkit dan hisab nanti. Ya Rabb, kami nawaitukan semua ini untuk-Mu ya Rabb. Semoga ia menjadi amal yang ikhlas karena-Mu yang kemudian mendapatkan keridhaan-Mu. Amin, amin, yaa Robbal ‘aalamiin. Selamat mengikuti.
Salam, Yusuf Mansur.
Jangan lupa…
Share tulisan ini ke sebanyak-banyaknya orang dengan cara-caranya Saudara. Dorong pula mereka mendaftarkan diri langsung nih Kuliah Online. Langsung jadi peserta KuliahOnline. Jadi Onliners, begitu kami menyebutnya. Insya Allah lebih berkah, dan menjadi yang pertama menshare dari file asalnya sendiri.
Khusus soal share men-share, Saudara adalah istimewa. Pertama kali saya kirim materi-materi belajar adalah ke Peserta Kuliah Online. Baik tulisannya maupun audio dan videonya. Saya berharap, semua kemudian bergerak kopi mengkopi dan kirim mengirim kepada yang lainnya.
Ada yang bilang, “Wuah kalo gitu ga usah ikutan KuliahOnline. Sebab bayar. Tunggu aja share dari yang lain”, gitu. Sebagiannya bilang. “Ya, silahkan saja. Itu juga ada pahala dan kebaikannya tersendiri. Namun, menjadi yang pertama kali men-share juga punya satu keunikan mata rantai kebaikan tersendiri. Subhaanallaah.”
(+) Oalah, itunya bisa-bisanya Ustadz Yusuf Mansur.
(-) He he he, ya terserah dah.
khusus tentang bab share-menshare, atau berbagi file dengan yang lain, berikut saya lampirkan catatan saya:
Silahkan Share Kuliah Ini…
Dengan cara yang cerdas, sedikit-sedikit, dan dirawat.
Saya menyeru kepada semua peserta KuliahOnline. Sesiapa yang mendapatkan ilmu, pengalaman, pencerahan, spirit, motivasi dari sesi-sesi KuliahOnline ini, mudah-mudahan berkenan membagi lagi kepada yang lain. Agar bertambah-tambah pahala kebaikan kita bersama.
Tapi saya mengingatkan, untuk tidak terlalu murah, sekedar mensharenya membabi buta. Maen share begitu saja. Sebab nantinya ia akan jadi barang yang “tidak berharga”. Kita-kita sering koq dapat pelajaran-pelajaran berharga yang seliweran di Facebook dan di BB. Namun masya Allah, kita-kita sering menjadikannya sampah. Sebabnya apa? Sebabnya tidak ada perlakuan khusus. Jadi janganlah mensharenya begitu saja. Bina lah yang dishare. Kalau perlu sharenya sedikit-sedikit. Dicicil. Saudara mendapati materi demi materi berhalaman banyak. Jangan langsung dishare semuanya. Sedikit-sedikit. Jangan sekali banyak, apalagi langsung sekian judul. Nanti malah ga dibaca. Pelan-pelan. Sambil memastikan yang dikasih materi, yang dibagi ilmu, mengikuti juga. Saya sendiri melarang berat Saudara sekedar mengoleksi perkuliahan ini sebagai koleksi belaka. Sayang. Dipelajari betul. Maka ketika saya meminta Saudara memasyarakatkan isinya, membagi isinya, membagi ilmunya, tetap kondisikan sharing yang sifatnya personal. Man to man. Perseorangan atau kelompok. Misalnya Saudara membuka forum diskusi untuk kawan-kawan kantor, bahannya adalah bahan ajar di KuliahOnline ini atau bahan-bahan dari OfflineClass. Lalu Saudara share ke mereka, agar dibaca dulu. Syukur-syukur Saudara ajak mereka daftar secara resmi.
Adapun registrasi dan biaya yang muncul akibat KuliahOnline ini, mudah-mudahan sebagaimana doa saya, ada keridhaan dari Saudara-saudara semua sebagai sarana buat saya dan yang terlibat di KuliahOnline ini mencari rizki yang halal dan sebagai dana untuk operasional penyelenggaraan dan pengembangan KuliahOnline ini. Tapi sesiapa yang tiada punya kemampuan untuk melakukan registrasi, atau ada hambatan-hambatan teknologi, fisik dan keilmuan, maka kepada merekalah kita berbagi ilmu yang sudah didapat ini dengan memperhatikan apa yang saya sarankan di atas. Sungguh, insya Allah kita sama-sama berjuang agar keridhaan Allah betul-betul kita dapatkan. Saudara ridha terhadap kami, dan kami ridha terhadap Saudara.









