Judul materi :
Mukaddimah The Five Great Moments
Bismillaahirrohmaanirrohiim…
Alhamdulillah, kuliah tentang shalat bertambah lagi 1 kanal. Yakni The Five Great Moments.
Ya, kuliah ini masih seputar shalat.
Koq shalat melulu?
Barangkali ada yang bertanya begitu.
Ya, sebab saya saja, Yusuf Mansur, ga mempan diberitahu sekali tentang shalat. Berkali-kali, berulang-ulang. Dan sampe sekarang masih harus sering diingatkan.
Maaf jika saya sepertinya menyamakan dengan Saudara semua. Padahal bisa jadi Saudara lebih baik daripada saya, dan mengikuti kanal ini hanya untuk nambah ilmu saja.
Kanal ini menjadi muncul sebab pembahasan kuliah shalat yang memang luas. Namun begitu, saya tetap membatasi diri tidak bicara soal teknis shalatnya itu bagaimana. Kecuali sedikit saja sebagai pengetahuan selewatan. Saya menganggap kanal ini hanya sebatas kanal motivasi saja, agar kita bener-bener menghargai waktu shalat. Jangan sampai kita udah dalam keadaan koma, keadaan uzur, baru timbul niat shalat. Atau sungguh-sungguh dalam shalat kita. Na’udzu billaah. Jangan sampai begitu. Kalau bisa, di kala sehat kita sungguh-sungguh membenahi waktu shalat kita.
Kenapa tidak disatukan saja kuliah seputar shalat di kanal Kuliah the Five Great Moments, atau sebaliknya? Ya, saya sendiri sempat mikir. koq kenapa ga disatukan ya? Hanya, ketika sudah dipikir masak-masak, emang kudu dibedakan. Di Kuliah Dasar tentang Shalat, dibahas lebih panjang ke teknis. Menyentuh sedikit teknis. Melengkapi Kuliah Tauhid yang juga ada menyinggung tentang kualitas shalat. Nah, di Kanal The Five Great Moments ini lebih kepada filosofi-filosofi tentang bagaimana menghargai waktu dan lebih mengenal dan menghargai Allah Yang Punya Jagad ini lewat shalat.
Saya percaya, dengan ngebenahin shalat kita, sesungguhnya kita membenahi kualitas hidup kita sendiri. Apa yang saya yakini adalah: Benahi shalat kita, maka hidup kita akan terbenahi. Lempengin shalat kita, maka hidup kita akan lempeng. Perbaiki shalat kita, niscaya Allah akan memperbaiki shalat kita.
The Five Great Moments adalah bicara shalat 5 waktu. Spesial sekali Allah Tuhannya ummat Islam ini. Allah bersedia 5x sehari bertemu dengan kita, menjamu kita, dan bercengkrama dengan kita. Itu di luar dari sewaktu-waktu yang kita boleh ketemu Allah lewat doa-doa kita.
Saya meyakini bahwa shalat adalah pintu rizki. Sebelom kita mengenal pintu-pintu rizki lain, seyogyanya kita mengenal pintu ini luar dalemnya. Bahkan kemudian ajarkan anak dan keluarga kita pintu rizki ini. Ajarkan shalat.
Wa-mur ahlaka bish-sholaati washthobir ‘alaihaa. Laa nas-aluka rizqon nahnu narzuquka wal ‘aaqibatu ilttaqwaa. Dan perintahkanlah kepada keluarga kamu untuk mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rizki kepadamu. Kami lah yang memberi rizki kepadamu. Dan akibat yang baik itu adalah bagi orang yang bertakwa. (Qs. Thoohaa: 132).
Umumnya orang yang menempuh pendidikan S1, S2, S3, adalah agar hidupnya bagus di masa depannya. Makanya, hampir semua orang tua menginginkan pendidikan terbaik buat anak-anaknya sejak pendidikan usia dini. Nah, itu bagus. Tidak salah. Selama mampu, dan baca bismillaah, nawaitunya bener. Misalnya, setelah seneng, lalu apa? Kalau setelah seneng, lalu berhenti di seneng, ya nawaitunya kurang luhur, kurang mulia. Tambahkan terus dengan visi misi ke-ilahian. Namun jangan lupakan urusan yang fundamental. Yakni urusan shalat.
Sebab tidak mengetahui yang asas inilah, orang malah mengabaikan yang asas, dan mementingkan yang lain. Contohnya di pendidikan tadi. Dari mulai TK, SD, SMP, sampe S1, S2, S3, dan bahkan professor, urusan shalatnya tidak sedikit yang berantakan. Shalat tidak tepat waktu, ngaco, ga konsen, ga khusyu’, dan kemudian malahan tidak sedikit pula yang mengabaikannya.
Pendidikan shalat, mestinya menjadi basic pendidikan atau menjadi warna pendidikan di semua jenjangnya.
Begitu juga soal pekerjaan. Pekerjaan adalah pintu rizki. Usaha juga pintu rziki. Tapi jika dia abaikan pintu rizki utama, maka bagaimana bisa ia masuk ke pintu rizki kedua, ketiga, dan seterusnya.
The Five Great Moments adalah juga bercerita tentang seutama-utamanya pekerjaan, bisnis, usaha, perdagangan, bagi semua ummat manusia. Yakni shalat. Seriuslah ngebenahin soal shalat ini. Sebab seluruh perbuatan baik Saudara, sungguh ia akan tertolak bila berantakan soal shalat ini. Dan KECELAKAAN BESAR di akhirat sana sungguh juga menunggu Saudara hingga hari akhir menjadi hari yang bener-bener menderita buat Saudara sebab mengabaikan soal yang satu ini. Banyak kesulitan dan kesusahan dunia bahkan sudah mulai muncul, dan bahka banyak! Sebab seseorang bermain-main soal shalat. Dan seriuslah mengikuti kanal ini, sebab surga dengan segala keindahan dan kenikmatannya, juga disediakan Allah buat yang bener shalatnya. Insya Allah, sebelom surga akhirat dibuka untuk mereka yang bener shalatnya, surga dunia pun akan diperlihatkan dan dihadirkan Allah buat Saudara semua.
Semoga Allah ‘azza wa jalla menjadikan kanal-kanal di KuliahOnline ini wasilah menuju Allah subhaanahu wata’aalaa. Amin ya Rabb.
Mari baca bismillaahirrohmaanirrohiim. Kita berdoa kepada Allah dengan doa Nabiyallah Ibrahim yang diabadikan Allah di Surah Ibroohiim ayat 40-41:
Robbij’alnii muqiimash-sholaati wa min dzurriyyatii robbanaa wataqobbal du-‘aa-i. Robbanaghfirlii wa liwaalidayya wa lil mu-miniiina yauma yaquumul hisaab. Ya Allah, jadikan aku dan anak keturunanku orang-orang yang tetap mengerjakan shalat. Ya Allah kabulkanlah doa kami. Ya Allah, ampunilah aku, orang-orang tuaku, dan segenap kaum yang beriman pada hari terjadinya hisab.
Amin.
Salam, Yusuf Mansur.
Jangan lupa…
Share tulisan ini ke sebanyak-banyaknya orang dengan cara-caranya Saudara. Dorong pula mereka mendaftarkan diri langsung nih Kuliah Online. Langsung jadi peserta KuliahOnline. Jadi Onliners, begitu kami menyebutnya. Insya Allah lebih berkah, dan menjadi yang pertama menshare dari file asalnya sendiri.
Khusus soal share men-share, Saudara adalah istimewa. Pertama kali saya kirim materi-materi belajar adalah ke Peserta Kuliah Online. Baik tulisannya maupun audio dan videonya. Saya berharap, semua kemudian bergerak kopi mengkopi dan kirim mengirim kepada yang lainnya.
Ada yang bilang, “Wuah kalo gitu ga usah ikutan KuliahOnline. Sebab bayar. Tunggu aja share dari yang lain”, gitu. Sebagiannya bilang. “Ya, silahkan saja. Itu juga ada pahala dan kebaikannya tersendiri. Namun, menjadi yang pertama kali men-share juga punya satu keunikan mata rantai kebaikan tersendiri. Subhaanallaah.”
(+) Oalah, itunya bisa-bisanya Ustadz Yusuf Mansur.
(-) He he he, ya terserah dah.









